Ads Top

Kala Khofifah Disebut Media Asing Sosok Penentu Kemenangan Pilpres 2024

Khofifah Indar Parawansa akan menjadi tokoh penentu kemenangan calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2024. Adalah perusahaan media asal Amerika Serikat, Bloomberg, yang memilih Gubernur Jawa Timur sebagai penentu Pilpres 2024. Bloomberg, dalam artikel bertajuk “Indonesia’s all-male Ruleed Woman mencalonkan diri sebagai presiden” menulis bahwa Khofifah akan memberikan dampak besar pada pemilu presiden dan wakil presiden yang didukungnya. .

 

“Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur, provinsi terbesar kedua di Indonesia, berperan penting dalam kemenangan presiden. “Ketika Presiden Joko Widodo menang, Jawa Timur, yang merupakan rumah bagi 31 juta pemilih di daerah pemilihan tradisional, memilih Jokowi dalam dua pemilu terakhir,” tulis Bloomberg.

 

Dukungan Khofifah disebut-sebut menyatakan bahwa Prabowo sangat penting dalam mencapai tujuan pemilu pertama. Selain itu, di tengah wawancara saat ini koalisi Anies Baswedan akan dibentuk di Ganjar Pranowo untuk mencegah pemilu satu putaran.

 

Prabowo, yang memperoleh 46,7 persen suara pada bulan Desember. Jajak pendapat Indikator Politik Indonesia pada 23-24 Oktober, yang disusun oleh Bloomberg, harus memperoleh setidaknya 50 persen suara nasional untuk terus memimpin Jokowi. Jika tidak, dua kandidat pertama akan bertarung untuk dipilih kembali.

 

Bloomberg menyebutkan, sebagai salah satu pimpinan Nahdlatul Ulama, Khofifah punya pengaruh besar, tak hanya di Jawa Timur. Khofifah disebut-sebut merupakan pemimpin organisasi sayap NU yang beranggotakan 30 juta orang yang tersebar di Indonesia dan banyak negara lainnya.

 

Dukungan Khofifah terhadap Jokowi dinilai menjadi salah satu penyebab kemenangan mudahnya di Jawa Timur untuk masa jabatan kedua pada tahun 2019. Bloomberg mengutip Ella S. Prihatini, dosen Universitas Jakarta, yang mengatakan dukungan Khofifah terhadap pasangan Prabowo-Gibran bisa memberikan kepercayaan diri bagi pemilih perempuan untuk mendukung pasangan tersebut. “Khofifah memiliki kemampuan unik dalam menggalang dukungan masyarakat dalam pemilu. Pengalamannya yang panjang dan luas di dunia politik menempatkannya di antara politisi pemilu adat di Jawa Timur,” kata Bloomberg. Dalam artikel ini juga diulas perjalanan Khofifah yang menjadi anggota DPR sejak 1992 dalam usia 27 tahun, Khofifah dikabarkan pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPR dan juga menduduki jabatan perkantoran. Khofifah mengundurkan diri dari parlemen pemerintahan Jokowi sebagai menteri sosial pada tahun 2018 untuk menjadi gubernur Jawa Timur dan menang setelah dua kali gagal. Khofifah menjadi gubernur perempuan pertama di wilayah Jawa Timur dan berhasil meraih banyak prestasi selama memerintah Jawa Timur. Khofifah, tulis Bloomberg, berhasil melakukan reformasi pemerintahan dengan menghapus berbagai kebijakan pemerintah yang dianggap menghambat pembangunan, menyusun berbagai rencana strategis di masa pandemi COVID-19, dan senang berkeliling ke berbagai daerah di Jawa Timur.

 

Pengamat Politik Universitas Airlangga (UNAIR) Fahrul Muzaqqi mengatakan, analisis Bloomberg akurat dan tidak berlebihan. Riset Bloomberg menurut saya tidak terlalu berlebihan mengingat Bu Khofifah adalah perempuan yang memiliki daya tarik besar, tidak hanya di Jatim tapi juga di Tanah Air, kata Fahrul saat dikonfirmasi, Kamis (18/1/2024). .

 

“Sejak awal menikmati menjabat sebagai wakil presiden, baik di Partai Gerindra maupun PDIP, pengaruh elektoralnya sudah terlihat,” imbuhnya. Pemateri dari FISIP Unair ini mengatakan, kiprah Khofifah sebagai wakil perempuan diharapkan dapat membawa manfaat elektoral yang signifikan bagi kedua partai yang telah disetujui, dalam hal ini Prabowo-Gibran. Selain itu, tidak ada sosok perempuan di antara ketiga kandidat tersebut. “Ketiga calon ini laki-laki, dan terakhir calon wakil presiden juga laki-laki. Di sini, kekuatan perubahan dari Ny. Khofifah sebagai perempuan dalam gerakan Muslimat yang merupakan gerakan perempuan terbesar di Indonesia akan menjadi penting. keputusan berat untuk Pilpres 2024,” ujarnya. Peristiwa yang terjadi saat ini mirip dengan Pilpres 2019, ketika koalisi PDIP melalui Pak Jokowi tahu betul akan menikahnya Ibu Khofifah sebagai wakil penting kampanyenya. Dengan kata lain, pertarungan dialog antara satu atau dua warna, sepertinya akan mengayunkan pendulum satu ayunan saat bertemu Bu Khofifah di kubu Prabowo-Gibran, kita lihat saja nanti,” ujarnya.

Khofifah Indar Parawansa akan menjadi tokoh penentu kemenangan calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2024. Adalah perusahaan media asal Amerika Serikat, Bloomberg, yang memilih Gubernur Jawa Timur sebagai penentu Pilpres 2024. Bloomberg, dalam artikel bertajuk “Indonesia’s all-male Ruleed Woman mencalonkan diri sebagai presiden” menulis bahwa Khofifah akan memberikan dampak besar pada pemilu presiden dan wakil presiden yang didukungnya. .

 

“Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur, provinsi terbesar kedua di Indonesia, berperan penting dalam kemenangan presiden. “Ketika Presiden Joko Widodo menang, Jawa Timur, yang merupakan rumah bagi 31 juta pemilih di daerah pemilihan tradisional, memilih Jokowi dalam dua pemilu terakhir,” tulis Bloomberg.

 

Dukungan Khofifah disebut-sebut menyatakan bahwa Prabowo sangat penting dalam mencapai tujuan pemilu pertama. Selain itu, di tengah wawancara saat ini koalisi Anies Baswedan akan dibentuk di Ganjar Pranowo untuk mencegah pemilu satu putaran.

 

Prabowo, yang memperoleh 46,7 persen suara pada bulan Desember. Jajak pendapat Indikator Politik Indonesia pada 23-24 Oktober, yang disusun oleh Bloomberg, harus memperoleh setidaknya 50 persen suara nasional untuk terus memimpin Jokowi. Jika tidak, dua kandidat pertama akan bertarung untuk dipilih kembali.

 

Bloomberg menyebutkan, sebagai salah satu pimpinan Nahdlatul Ulama, Khofifah punya pengaruh besar, tak hanya di Jawa Timur. Khofifah disebut-sebut merupakan pemimpin organisasi sayap NU yang beranggotakan 30 juta orang yang tersebar di Indonesia dan banyak negara lainnya.

 

Dukungan Khofifah terhadap Jokowi dinilai menjadi salah satu penyebab kemenangan mudahnya di Jawa Timur untuk masa jabatan kedua pada tahun 2019. Bloomberg mengutip Ella S. Prihatini, dosen Universitas Jakarta, yang mengatakan dukungan Khofifah terhadap pasangan Prabowo-Gibran bisa memberikan kepercayaan diri bagi pemilih perempuan untuk mendukung pasangan tersebut. “Khofifah memiliki kemampuan unik dalam menggalang dukungan masyarakat dalam pemilu. Pengalamannya yang panjang dan luas di dunia politik menempatkannya di antara politisi pemilu adat di Jawa Timur,” kata Bloomberg. Dalam artikel ini juga diulas perjalanan Khofifah yang menjadi anggota DPR sejak 1992 dalam usia 27 tahun, Khofifah dikabarkan pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPR dan juga menduduki jabatan perkantoran. Khofifah mengundurkan diri dari parlemen pemerintahan Jokowi sebagai menteri sosial pada tahun 2018 untuk menjadi gubernur Jawa Timur dan menang setelah dua kali gagal. Khofifah menjadi gubernur perempuan pertama di wilayah Jawa Timur dan berhasil meraih banyak prestasi selama memerintah Jawa Timur. Khofifah, tulis Bloomberg, berhasil melakukan reformasi pemerintahan dengan menghapus berbagai kebijakan pemerintah yang dianggap menghambat pembangunan, menyusun berbagai rencana strategis di masa pandemi COVID-19, dan senang berkeliling ke berbagai daerah di Jawa Timur.

 

Pengamat Politik Universitas Airlangga (UNAIR) Fahrul Muzaqqi mengatakan, analisis Bloomberg akurat dan tidak berlebihan. Riset Bloomberg menurut saya tidak terlalu berlebihan mengingat Bu Khofifah adalah perempuan yang memiliki daya tarik besar, tidak hanya di Jatim tapi juga di Tanah Air, kata Fahrul saat dikonfirmasi, Kamis (18/1/2024). .

 

“Sejak awal menikmati menjabat sebagai wakil presiden, baik di Partai Gerindra maupun PDIP, pengaruh elektoralnya sudah terlihat,” imbuhnya. Pemateri dari FISIP Unair ini mengatakan, kiprah Khofifah sebagai wakil perempuan diharapkan dapat membawa manfaat elektoral yang signifikan bagi kedua partai yang telah disetujui, dalam hal ini Prabowo-Gibran. Selain itu, tidak ada sosok perempuan di antara ketiga kandidat tersebut. “Ketiga calon ini laki-laki, dan terakhir calon wakil presiden juga laki-laki. Di sini, kekuatan perubahan dari Ny. Khofifah sebagai perempuan dalam gerakan Muslimat yang merupakan gerakan perempuan terbesar di Indonesia akan menjadi penting. keputusan berat untuk Pilpres 2024,” ujarnya. Peristiwa yang terjadi saat ini mirip dengan Pilpres 2019, ketika koalisi PDIP melalui Pak Jokowi tahu betul akan menikahnya Ibu Khofifah sebagai wakil penting kampanyenya. Dengan kata lain, pertarungan dialog antara satu atau dua warna, sepertinya akan mengayunkan pendulum satu ayunan saat bertemu Bu Khofifah di kubu Prabowo-Gibran, kita lihat saja nanti,” ujarnya.

No comments:

Powered by Blogger.